Widget HTML #1

Mengenal Kritik Dalam Seni Teater

Seni Teater


Boedaja - Pada kesempatan kali ini Admin akan mengangkat tema pada artikel yang berjudul Mengenal Kritik Dalam Seni Teater.

Mengenal Kritik

Anda tahu tidak kalau kritik itu juga ada di dalam sebuah seni teater? 

Ya Anda benar. 

Kritik bisa di semua aktivitas termasuk di dalam seni teater. 

Dalam seni teater, kritik dapat dilakukan melalui kegiatan apresiasi langsung dan tidak langsung. 

Apresiasi langsung, artinya kamu menonton, menyaksikan pergelaran teater di gedung pertunjukan. 

Adapun apresiasi karya teater bersifat tidak langsung adalah Anda juga dapat menonton, menyaksikan melalui pemutaran, siaran ulang karya teater dalam bentuk rekaman video dan jejaring sosial media.

Kritik dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menanggapi sesuatu, yakni menilai dan menghargai sebuah karya teater. 

Kritik terhadap teater merupakan sebuah proses dan produk kreatif dari seseorang melalui kepekaan seni dan intelektualnya. 

Kepekaan inilah yang menjadi prasyarat untuk seseorang menjadi kritikus.

Kritikus adalah orang yang melakukan kritik, ulasan dalam bentuk tulisan dengan objektif, tidak memihak, bijaksana, dan bertanggung jawab pada karya kritiknya. 

Untuk menjadi kritikus setidaknya ia harus ada bakat seniman, sebab jiwa seniman yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang juga mempunyai bakat seni. 

Syarat kedua ialah jiwa besar. Kritikus yang besar ialah kritikus berjiwa besar dan sudah bisa melepaskan diri dari nafsu dengki, iri hati, benci, dan riya dalam hubungan terhadap seseorang. 

Adapun yang ketiga adalah pengalaman. Seorang kritikus harus bicara atas pengalamannya, supaya pendapatnya tidak dogmatis, tetap, dan tidak berubah-ubah.

Seorang kritikus teater dalam melakukan kritiknya, ia bekerja dengan menggunakan kepekaannya untuk mengetahui, menemukan, memaparkan, menjelaskan dan memahami karya teater dalam bentuk simbol dan makna, nilai yang ditawarkan sang kreator terhadap penonton. 

Dalam melakukan kritik terhadap karya teater ada beberapa persyaratan sebagai unsur penting dalam membangun komunikasi kritik. 

Berikut beberapa persyaratan yang dimaksud dalam kritik seni, khususnya karya teater: kreator teater, karya teater, dan pembaca kritik.

  • Sutradara (art director), ia adalah kreator teater, seniman, pembuat, dan pencipta teater.
  • Karya seni, yaitu wujud, benda, bentuk karya seni yang mengandung nilai-nilai keindahan dan nilai pesan, makna diciptakan kreator seni melalui medium yang diungkapkan dalam bentuk simbol.
  • Pembaca, apresiator, dan penikmat seni merupakan persyaratan yang tidak boleh dilupakan dalam kegiatan kritik. Kritik tanpa melibatkan unsur penonton adalah sia-sia. Karena seni hadir untuk dinikmati, dihayati dan dihargai oleh masyarakatnya bukan untuk diri sendiri.

Jenis Kritik

Kritik di dalam karya seni dapat dibedakan kepada beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:

Kritik yang membangun (konstruktif) 

Kritik konstruktif, artinya kritik dilakukan oleh kritikus teater berisi ulasan dan tanggapan tentang karya teater dengan kecenderungan bersifat optimis dan positif tidak menjatuhkan seniman dan membingungkan pembacanya.

Kritik yang menjatuhkan (desdruktif)

Kritik desduktif artinya kritik yang dilakukan oleh kritikus teaser berisi ulasan dan tanggapan tajam tentang karya teater dengan kecenderungan bersifat pesimis dan negatif, kadangkala melemahkan semangat kreator seni.

Kritik dibutuhkan untuk membangun iklim kondusif seni teater. Seni tanpa kritik adalah kemandulan kreativitas. 

Kritik dilakukan oleh penonton, tetapi tidak semua penonton dapat menulis kritik, hanya seorang kritikus yang konsisten pada bidang seni tertentu yang mampu melakukannya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Mengenal Kritik Dalam Seni Teater di atas yang dapat Admin sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Post a Comment for "Mengenal Kritik Dalam Seni Teater"