Widget HTML #1

Tiga Genre Tari Bali (2015): Warisan Budaya Dunia Tak Benda

Tiga Genre Tari Bali (2015)


Boedaja - Tema artikel kali ini adalah mengenai informasi Tiga Genre Tari Bali (2015): Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

Tiga Genre Tari Bali ditetapkan sebagai ICH UNESCO pada sidang Komite Intergovernmental Committee (IGC) ke-10 di Windhoex, Namibia 30 November-3 Desember 2015.

Tiga Grenre Tari Bali terbukti telah memenuhi lima kriteria penilaian dalam ICH-UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. 

Tiga Genre Tari Bali yang diakui oleh UNESCO berjumlah 9 jenis Tari Bali pilihan yang merepresentasikan ribuan tari Bali yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kote se-Bali dengan tiga genre berbeda.

Berikut daftar tarian dengan masing-masing genrenya:

  • Tarian Sakral (Wai)
    • 1. Tari Rejang
    • 2. Tari Baris Rejang
    • 3. Tari Sanghyang Dadari
  •  Tarian Semi-Sakral (Bebali)
    • 1. Sendra Tari Wong
    • 2. Tari Topeng Sidhakarya
    • 3. Sendratari Gambuh
  • Tarian Hiburan (Balih-balihan) 
    • 1. Legong Keraton 
    • 2. Barong
    • 3. Joged Bumbum

Pengakuan oleh UNESCO ini adalah usaha panjang dan dedikasi banyak pihak yang telah dimulai sejak 2010, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kacung Maridjan (Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/ Kemendikbud), 
  • Harry Waluyo (Kepala Puslitbang Kebudayaan, Kemendikbud) beserta tim administratif dan tim penelitinya yaitu: 
    • Ihya Ulumuddin, 
    • Damarjati, 
    • Bakti Utama, 
    • Nur Swarningdyah (Almarhum), 
    • Gaura Mancacaritadipura, dan 
    • Narasumber utama, yaitu Dr. I Wayan Dibya dan I Made Bandem (ISI Denpasar). 

Dukungan juga diberikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Dinas Kebudayaan Bali beserta akademisi, tokoh agama, dan perwakilan komunitas Tari Bali.

Menilik karakteristiknya, Tiga Genre Tari Bali dapat dipentaskan baik oleh penari pria maupun wanita yang mengenakan kostum tradisional berupa kain berwarna emas cerah bermotif flora dan fauna, dengan aksesoris daun emas dan permata. 

Tari Bali terinspirasi oleh alam dan melambangkan tradisi, adat istiadat dan nilai agama masyarakat Bali. 

Tari Bali adalah manifestasi berbagai gerakan yang berbeda dengan posisi kuda-kuda, yaitu posisi lutut menekuk dan perut dalam posisi tegang atau tegap, melakukan gerakan layaknya lokomotif dengan tempo dan arah gerakan yang beragam. 

Setiap perubahan atau transisi gerakan dilakukan secara dinamis dengan ekspresi wajah dan pandangan atau gerakan bola mata yang mengungkapkan emosi penari akan kebahagiaan, kesedihan, amarah, ketakutan bahkan cinta. 

Semua olah gerak ini diiringi dengan alunan musik gamelan. 

Kelestarian Tarian tradisional Bali dipercaya membuktikan tingginya rasa identitas budaya yang kuat di masyarakat Bali. 

Diharapkan dengan diakuinya Tiga Genre Tari Bali di dalam ICH-UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda lebih melancarkan proses re-generasi untuk terus melestarikan dan mengangkat Tari Bali sebagai kebudayaan Indonesia di tingkat Internasional sekaligus melindungi Tari Bali dari klaim kepemilikan warisan budaya oleh pihak lain atau negara tetangga.

Terima Kasih.

Post a Comment for "Tiga Genre Tari Bali (2015): Warisan Budaya Dunia Tak Benda"