Widget HTML #1

Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua

Noken Papua


Boedaja - Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua merupakan tema pada artikel kali ini.

Pada kesempatan ini Admin akan membagikan informasi tentang Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua.

Bagaimana Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua? Silahkan Anda simak penjelasannya di bawah ini ya...

Kerajinan Noken merapakan sebuah karya cipta olahan tangan manusia yang terbuat dari  bahan-bahan alam. 

Makna dan Fungsi Noken

Di Papua anyaman Noken dibuat oleh mama-mama yang berfungsi  sebagai alat menyimpan sekaligus pelindung tubuh.

Menurut Pikei asal usul penamaan Noken bukanlah hasil penelitian nominasi, melainkan noken ada karena hasil cipta dan karya orang Papua yang sudah menyatu atau mendarah daging, sehingga kerajinan ini disebut Noken (Pikei, 2012:4-6).

Bagi orang Papua, Noken merapakan suatu lambang kebanggaan dan kebesaran hati,  sebab secara tidak langsung kerajinan ini telah melahirkan kemahiran dan pemahaman tentang kebudayaan adat Papua (Pikei, 2012:6). 

Oleh karena itu, kerajinan Noken banyak  digunakan oleh orang Papua dalam berbagai aktivitas, seperti acara pengangkatan kepala adat, penjamuan tamu, berladang, berburu, dan aktivitas lainnya.

Menurut para tetua adat, konon pada masa lalu, Noken merupakan suatu alat pengukur seorang perempuan dikatakan dewasa. 

Maksudnya perempuan Papua yang dianggap dewasa adalah perempuan yang mampu menganyam dan merajut Noken. 

Jadi simbol kedewasaan perempuan yang siap menikah adalah perempuan yang mampu membuat kerajinan tersebut, karena apabila perempuan mampu membuat Noken, maka ia akan mampu mengatur rumah  tangganya, seperti menganyam Noken.

Selain makna tersebut, mengapa pembuatan Noken hanya dilakukan oleh kaum perempuan karena Noken merupakan simbol kesuburan kandungan dari seorang perempuan.

Oleh karena itu, tak heran bila pengrajin Noken lebih banyak dilakukan kaum perempuan dari pada laki-laki, sebab secara kemahiran merajut Noken  kaum perempuan lebih teliti dibanding kaum laki-laki.

Namun demikian, ada pula kaum laki-laki yang mahir dalam merajut kerajinan tersebut.

Dari informasi di atas dapat terlihat bahwa, Noken  sebagai kerajinan tradisional orang Papua, tidak hanya  berfungsi sebagai alat angkut untuk menyimpan barang-barang berharga. 

Melainkan juga memiliki  fungsi yang luas. 

Dalam ranah sosial, Noken sebagai  kantong tak hanya sebagai alat menyimpan tetapi juga  mempunyai nilai sosial. 

Hal ini dapat terlihat dari  barang yang disimpan dalam Noken, tatkala mereka  sedang berkumpul bersama. 

Barang-barang atau makanan yang mereka bawa, mereka bagi bersama dengan masyarakat lain. 

Selain ranah sosial, kerajinan ini juga mengarah pada tindakan  ekonomi. 

Dahulu kerajinan ini hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. 

Saat ini Noken sudah meluas kepada tindakan ekonomi demi memenuhi kebutuhan keluarga. 

Kondisi ini logis karena tuntutan zaman, jadi tatkala ada tawaran untuk memenuhi kebutuhan akan uang sebagai alat tukar, Noken memiliki nilai tawar yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi tersebut (Damsar, 1997:10).

Dengan kondisi tersebut, dapat terlihat bahwa sebagai sebuah kerajinan tradisional,  Noken memiliki banyak fungsi dan makna, baik pada aspek sosial, budaya, dan ekonomi.

Seperti yang telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya pada aspek sosial, selain mengajarkan  rasa kebersamaan atau solidaritas, kerajinan Noken juga mengajarkan tentang nilai-nilai  kejujuran dan saling menghargai atas kepemilikan seseorang. 

Maksudnya, dengan bentuk Noken yang transparan dengan motif seperti jaring, dapat mengingatkan mereka untuk bersikap jujur dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. 

Sikap jujur mereka, direpresentasikan pada isi atau barang yang mereka bawa di dalam Noken.

Dengan demikian bentuk Noken yang berbentuk seperti jaring dan dapat terlihat isinya oleh orang lain, secara langsung maupun tidak telah menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada masyarakat, sehingga  rasa kebersamaan dan rasa saling menghargai sangat kental dan melekat di dalam kehidupan mereka.

Selain itu, sebagai sebuah kerajinan, Noken juga  dapat memperlihatkan status sosial pemiliknya. 

Daerah Sentani misalnya, status sosial dapat dibedakan antara Noken yang digunakan oleh Ondoafi (kepala adat)  dengan masyarakat biasa. 

Noken yang digunakan Ondoafi terbuat dari bahan khusus.

Biasanya perbedaan jenis antara noken yang dipakai oleh Ondoafi dengan masyarakat biasa terletak pada bahan dan motif yang menempel pada kerajinan tersebut, seperti manik-manik dan aksesoris lain yang melekat, sehingga tidak  sembarangan orang dapat memakainya.

Pada aspek kebudayaan, Noken bagi orang Papua merupakan warisan budaya tak benda  yang diwariskan oleh nenek moyang. 

Dalam segi budaya Noken memiliki banyak makna dalam berbagai perhelatan adat. 

Salah satunya adalah sebagai mas kawin. 

Pada adat istiadat orang Papua, Noken merupakan benda yang wajib ada dalam setiap hantaran perkawinan.

Untuk itu, sebagai sebuah kerajinan, Noken juga merupakan benda yang cukup sakral bagi  orang Papua, karena nilai historis kerajinan ini sangat kental dalam kehidupan mereka. 

Selain sebagai alat maskawin, Noken juga digunakans ebagai alat pengukuhan atau penobatan kepala suku. 

Layaknya Keris dalam masyarakat Jawa, Noken Papua juga memiliki nilai yang sama  dengan Keris, yakni sebagai simbol kewibawaan penguasa di dalam masyarakat (Wiwoho, 2014:143-144).

Makna lain Noken bagi orang Papua adalah sebagai simbol perdamaian antar suku.

Hal ini karena, jika terjadi peperangan antar suku, Noken merupakan benda yang harus ada dalam  proses perdamaian. 

Filosofi perdamaian dalam konteks kesatuan, sebenarnya telah terlihat pada kemampuan semua suku dalam pembuatan kerajinan tersebut. 

Oleh karena itu, dengan  persamaan kemampuan membuat Noken yang mereka buat, menumbuhkan rasa persaudaraan satu rumpun, yang ditandai oleh kesamaan kebudayaan yang mereka miliki. 

Dengan demikian, ketika berbicara tentang Noken sama dengan memperbincangkan Papua secara  keseluruhan.

Meskipun di setiap daerah memiliki istilah dan motif yang berbeda.

Dalam aspek ekonomi, Noken mempunyai fungsi sebagai alat untuk memastikan  ketersediaan makanan. 

Maksudnya, dengan adanya Noken dapat dijadikan peringatan dini (early warning) untuk memasok ketersediaan makanan, demi kelangsungan hidup mereka ke depan.

Jadi, Noken tidak hanya sebagai kantung, melainkan juga berfungsi sebagai lemari atau lumbung tempat mereka menyimpan makanan. 

Dengan demikian, tatkala persediaan makanan sudah terlihat menipis, mereka harus mencari kembali bahan-bahan makanan yang mereka butuhkan dan menyimpannya kembali ke dalam Noken.

Selain sebagai alat untuk mengingatkan kebutuhan pangan keluarga, Noken juga dijadikan sebagai alat menabung mereka ketika sedang membutuhkan uang.

Hal ini karena, Noken mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sebab selalu dibutuhkan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Noken sebagai kerajinan orang Papua tidak hanya menyentuh pada aspek tertentu, melainkan pada aspek-aspek yang lebih luas di dalam kehidupan bermasyarakat. 

Dengan demikian, Noken sebagai sebuah kemahiran kerajinan tradisional orang Papua, telah berkembang sangat pesat dan melampaui berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakatnya.

Kesimpulan

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa mengenai kerajinan tradisional tidak melulu berkaitan erat dengan kebendaan, melainkan juga membahas tentang makna dan fungsi dari kerajinan tersebut. 

Noken merupakan salah satu unsur budaya yang telah melekat di dalam kehidupan orang Papua.

Sebagai warisan budaya tak benda, Noken dianggap penting oleh masyarakat. 

Hal ini karena, Noken menjadi simbol identitas jati diri orang Papua yang memiliki nilai artistik yang tinggi di  dalam komunitasnya.

Selain itu, Noken juga memiliki beragam fungsi dan makna dalam kehidupan bermasyarakat, seperti aspek sosial, budaya, dan ekonomi. 

  • Pertama aspek sosial di dalam noken mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kejujuran. 

Selain nilai tersebut, Noken juga dapat digunakan sebagai penanda keidentitasan (status sosial) seseorang di  lingkungannya. 

  • Kedua aspek budaya, Noken memiliki makna sebagai barang sakral dalam  beberapa prosesi adat, seperti perkawinan dan pengukuhan kepala suku.

Pada acara perkawinan Noken menjadi barang yang wajib dalam hantaran (maskawin), sedangkan dalam pengukuhan kepala suku Noken memiliki makna kewibawaan. 

  • Ketiga aspek ekonomi, Noken memiliki makna sebagai alat menabung. 

Maksudnya barang atau benda yang terdapat di  dalam Noken dapat dimanfaatkan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan ekonomi.

Demikianlah informasi di atas mengenai Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.


Sumber Referensi

Damsar, (1997). Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pikei, T., (2012). Cermin Noken Papua; Perspektif Kearifan Mata Budaya Papuani. Nabire: Ecology Papua Institute (EPI).

Wiwiho, H., (2014). Keris, Makna, dan Gagasan Kerisologi, dalam Jurnal Penelitian dan  Pengembangan Kebudayaan Vol. 9 No. 3 Desember. Jakarta: Pusat Penelitian  dan Pengembangan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Post a Comment for "Makna dan Fungsi Noken bagi Orang Papua"